June 2017
S M T W T F S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Categories
Archives
Recent Comments
    IPB Badge
    IPB Badge

    Salah satu teknologi lingkungan yang ‘baru’ dan ikut berperan dalam mempengaruhi Bentung rancang bangun dan sekaligus mempengaruhi kualitas lingkungan hidup adalah konsep”GREEN ROOF”
    Apakah konsep ini merupakan hal yang baru ? karena istilah ‘Green Roof” kadang kalah pamor dengan istilah “Roof Garden” dan kadang juga seringkali disalah artikan dengan istilah “Vertical Landscape”

    “Green Roof” merupakan layer atau lapisan struktur konstruksi hijau yang terdiri dari media pertumbuhan/tanah dan media Tanaman diatas sebuah bangunan .
    berbeda dengan istilah ”Cool Roof” yang berarti lapisan material yang membalikan atu merefleksikan energi cahaya matahari daripada mengabsorsinya atau kita juga mengenal istilah ‘Bituminous Roof”.yang merupakan cara tradisional melapisi lapisan atap dengan bahan seperti aspalt atau tar.

    Asal Mulanya
    Konsep “Green Roof” mulai dikenal manusia pada abad ke 7 di Babylon (sekarang Iran) sebuah hasil mahakarya dari seorang raja bernama KING NEBUCHADNEZZAR II yang sering disebut ”TAMAN GANTUNG BABYLON atau THE HANGING GARDEN BABYLON ,Karya ini dipersembahkan sang raja kepada istrinya yang bernama AMYISTIS syahdan disebabkan istri raja yang berasal dari suatu kawasan yang hijau,maka raja berinisiatif untuk membuat supaya sang istri merasa betah dan masih merasa tinggal didaerah seperti daerah asalnya.

    Era sekarang.Kebangkitan dari taman gantung ini dikenal dengan nama “Green Roof Technology”,teknologi ini bukan hanya sekedar gerakan penghijauan semata lebih dari itu teknologi ini dapat mempengaruhi kualitas lingkungan hidup

    Manfaat teknologi ‘Green Roof’
    Secara garis besar ada 2 keuntungan yang diperoleh dari teknologi ini yaitu :

    1.Keuntungan EKOLOGI
    a.Mereduksi “Urban Heat Island Effect”
    “Green Roof” dapat mengendalikan dan menciptakan iklim mikro bertindak sebagai pendingin dan kelembaban udara sekitar selain itu dapat juga berperan sebagai penangkap partikel polusi perkotaan dan CO2 yang terdapat pada udara dan debu.

    b.Menetralisasi Polusi Suara
    Dengan pengaturan disain lansekap melalui komposisi tanaman pada area atap dapat meminimaliskan polusi suara sampai 8 db.

    c.Menciptakan Habitat bagi kehidupan Alam Liar
    Dengan pemilihan dan konsep disain lansekap taman yang tepat menimbulkan efek positif dengan memperbesar / menambah luas ruang habitat bagi kehidupan alam liar seperti burung-burung diperkotaan maupun fauna lainnya.

    2.Keuntungan EKONOMI

    a.Penambahan Ruang Aktif
    Dengan kreasi para arsitek lansekap mendisain area atap menjadi “taman gantung atau Roof Garden” maka cara ini akan menambah ruang untuk aktivitas interaksi.Hal ini sangat membantu pada daerah perkotaan dimana cadangan tanah tidak tersedia.

    b.Meminimaliskan Biaya pemeliharaan dan renovasi
    Teknologi “Green Roof” merupakan lapisa “water proofing” hidup berfungsi untuk memproteksi bangunan dari Energi UV ray,temperature suhu energi matahari yang ekstrem,hasil study elah membuktikan bahwa dengan adanya lapisan “green roof” ini dapat menambah umur lapisan tradisional “water proofing” berumur lebih dari 40 Tahun.

    c.Mereduksi Air Buangan
    Dengan adanya lapisan “green Roof” dapat memperkecil volume kandungan air akibat curah hujan sebanyak 50-90% dan menjadi lapisan filter bagi partikel-partikel polusi yang terkandung didalamnya.akibatnya Volume air tidak menjadi beban bagi aliran pembuangan.

    d.Pendidikan Bagi generasi penerus
    Merupakan suatu “Living Monument” bagi pendidikan tentang arti lingkungan hidup bagi generasi penerus

    e.Menambah Nilai Estetika
    Nilai estika yang terjadi dengan adanya “roof garden” akan menambah nilai dan harga jual bangunan serta kemudahan pemasaran bagi gedung bagi penyewa.


    Tipe “Green Roof”

    Berdasarkan dari kedalamanan media pertumbuhan dan tinggi rendahnya intensitas pemeliharaan ‘green roof’ dapat dikategorikan dalam 3 tipe
    1.Intensive Green Roof
    2.Semi intensive Green Roof
    3.Extensive Green Roof

    Kontruksi dari “Green Roof”
    Lapisan 1 Water Proof Membrane
    Lapisan untuk menutupi keseluruhan permukaan atap

    Lapisan 2 Drain mat
    Lapisan sebagai tempat/ruang bergeraknya aliran air yang berasal dari air penyiraman dan air hujan menuju kepembuangan akhir

    Lapisan 3 Filter Cloth
    Lapisan untuk memisahkan lapisan ‘drain mat’ dan media pertumbuhan

    Lapisan 4 Growing medium
    Lapisan tempat pertumbuhan tanaman komposisi tanah dicampur sand,salts,clay,organic matter dan lava rock

    Lapisan 5 Tanaman
    Banyak tanaman dapat dipergunakan tergantung dari konsep disain lansekap taman

    Hal yang perlu menjadi pertimbangan lain dalam penggunaan “green Roof” adalah Arah matahari,arah angin kondisi temperature serta kemiringan dari atap bangunan.

    Beberapa contoh aplikasi teknologi “Green Roof”

    Untuk mengetahui lebih detail mengenai lansekap kampus yang luar biasa ini bisa di baca di designflute